Cinta atau Nafsu?

Sering sekali kita mendengar pertanyaan :
“Apa perbedaan antara cinta dan nafsu?”
“Bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu?”
Bahkan kadang kita temukan pertanyaan :
“Cinta dan nafsu itu sama nggak sih?”
Cinta dan nafsu sangat tipis perbedaannya, mungkin itu yang membuat orang sering terkecoh, tidak bisa membedakan mana nafsu, mana cinta. Sebagai wanita, kita memang sangat perlu mengetahui apa sebenarnya cinta dan apa sebenarnya nafsu. Apakah kita pernah merasakan hal berikut ini?
  1. Apabila merasa ada yang kita suka dari seseorang, seperti enak diajak ngobrol dan ramah
  2. Selalu kangen karena sikap dan kata-katanya
  3. Jika sedang bersamanya, ingin membuatnya senang dan betah bersama kita
  4. Sering teringat dan terbayang tingkah dan raut wajahnya
  5. Jealous/cemburu berat apabila melihat atau mendengar berita kalau dia akrab dengan orang lain
  6. Sering memperhatikan dia dari kejauhan?

KAJIAN TAHAJUD DIPANDANG DARI SEGI KESEHATAN

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79) Kita sudah tahu dan sering mendengar mengenai perintah/dalil yang berhubungan dengan tahajud. Termasuk pula dalam pelaksanaannya. Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir. Sebagaimana dalam Firman Allah : “mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus*, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). QS. Al Imran : 113. {*Yakni: golongan ahli kitab yang telah memeluk agama Islam} Untuk keutamaan sholat Tahajud selebihnya dapat anda temukan dalam tulisan di web rohmadie.info ini dengan judul Qiyamullail. Namun dalam diri beberapa dari kita timbul pertanyaan : 1. Mengapa Tahajud harus malam hari? 2. Mengapa Rasulullah menganjurkan tahajud pada sepertiga malam akhir? 3. Mengapa Rasulullah menganjurkan tahajud dengan didahului tidur? Nah apakah kita pernah terpikir manfaat dari segi kesehatan?

Ternyata

Baca Selanjutnya

INDAHNYA SYUKUR

“Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. An Nahl : 18)
Kita selalu beranggapan bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau kita menganggap bahwa segala sesuatu yang kita peroleh adalah karena hasil jerih payah kita sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri ni’mat Allah. Anehnya, kita yang telah menyatakan rasa terima kasih kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepada kita, namun kita menghabiskan hidup kita dengan mengabaikan ni’mat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidup kita. Setiap kita sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya, dari udara untuk bernafas hingga makanan yang kita makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangan, hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia. Meskipun kenyataannya demikian, kebanyakan kita tidak mampu mensyukuri keni’matan yang telah kita terima.

Baca Selanjutnya

Mengapa Laki-Laki Dilarang Pakai Emas ?

Mungkin kita tahu betul mengapa dalam Islam dilarang seorang laki-laki menggunakan perhiasan dari emas, hal ini sesuai dengan Hadits :
  • Diriwayatkan dari Umar, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah membuat cincin emas, dan ketika memakainya meletakkan matanya dibagian dalam telapak tangannya, maka orang-orang jugamembuat cincin emas. Kemudian Rasulullah duduk diatas mimbar dan menaggalkan cincinnya sambil bersabda, ‘Sungguh aku telah memakai cincin ini dan aku letakkan matanya di perut telapak tangan‘ Lalau beliau membunag cincinitu sambil berkata, ‘Demi Allah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya‘ maka orang-orang pun membuang cincin mereka”(HR Bukhari dan Muslim).
  • Nabi SAW pernah melihat sebuah cincin emas ditangan seorang lelaki, lalu beliau melepaskan cincin itu dan membuangnya, seraya bersabda, “Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya ditangannya“, Setelah itu Rasulullah pun pergi. Para sahabat berkata kepada lelaki itu “Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah“. Lelaki itu menjawab “Tidak demi Allah, aku tidak akan mengambilnya setelah Rasulullah membuangnya“. (HR Muslim)
Namun tahukah kita sesungguhnya, mengapa sebenarnya dilarang? berikut alasannya (secara medis) :

Atom

Baca Selanjutnya

LEARNING APPROACH WITH CEP VISIONARY SETS

Abstract

The purposes of the research are to know : (1) the use of CEP (Chemo-Entrepreneurship) approach with SETS (Science, Environment, Technology, and Society) vision to increase the chemistry cognitive achievement of XIth grade students of science program in Colloid System; (2) the use of CEP (Chemo-Entrepreneurship) approach with SETS (Science, Environment, Technology, and Society) vision to increase the chemistry afective achievement of XIth grade students of science program in Colloid System; (3) the use of CEP (Chemo-Entrepreneurship) approach with SETS (Science, Environment, Technology, and Society) vision to increase the chemistry psychomotoric achievement of XIth grade students of science program in Colloid System;  (4) the use of CEP (Chemo-Entrepreneurship) approach with SETS (Science, Environment, Technology, and Society) vision to increase the students activity of XIth grade students of science program in Colloid System.

This research was carried from March 2009 up to April 2010 and used Class Action Research. The research location was concluded MA PPMI Assalaam Sukoharjo. The research subject was entire of students at classes XI Science program  MA PPMI Assalaam that consisted of 2 classes, that was XI IPA 1 and XI IPA 2. Data was collected with tes method, observation, inquiry, interview and documentation.


Baca Selanjutnya

Analisis Ilmiah dan Islam Minum dan Makan Sambil Berdiri

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Dalam Hadits tersebut terungkapkan bahwa adanya larangan makan dan minum dengan berdiri. Kadang kita sering melaksanakan hal tersebut dengan santai dan tanpa berpikir kenapa. Banyak diantara kita yang berpikir hal tersebut dilarang hanya karena adat kesopanan dan menghargai saja. Bahkan sekarang dalam acara ceremonial tertentu, seperti kegiatan kantor, pemerintah bahkan acara perkawinan pun dilaksanakan dengan standing party. Terkadang kita terbawa oleh budaya yang sebenarnya bukan budaya yang tepat tetapi sudah dianggap tran modern. Namun apakah sebenarnya ada rahasia dibalik larangan tersebut? Berikut uraian singkatnya :

Baca Selanjutnya

RESPON ELIT NU KALTENG TERHADAP DEMOKRASI PASCA ORDE BARU

RESPON ELIT NU KALTENG TERHADAP DEMOKRASI PASCA ORDE BARU

(KAJIAN ISLAM DAN POLITIK)[1]

Oleh Surya Sukti[2]

Email: suryasukti@yahoo.com

A. Pendahuluan

Nahdlatul Ulama (NU) dengan cabang-cabangnya di seluruh Indonesia memiliki potensi untuk membangun bidang kehidupan sosial budaya dan politik Indonesia tanpa menjadi partai politik (Ali dalam Fachruddin, 2006). Organisasi kemasyarakatan Islam ini memiliki banyak pengalaman dalam mengorganisasikan masyarakat Indonesia untuk pengembangan potensi dan memfasilitasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah. Upaya ini dapat dikategorikan sebagai “pendidikan politik” untuk masyarakat dalam pengertian luas, misalnya, membangkitkan kesadaran individu terhadap persoalan yang muncul dalam masyarakat, partisipasi dalam pembuatan keputusan, dan sebagainya (Fachruddin, 2006).

Baca Selanjutnya

CARA MENGKAJI SANAD DAN MATAN HADIS NABI

Kajian Buku / Book Review

CARA MENGKAJI SANAD DAN MATAN HADIS NABI
Judul Buku : Metodologi Penelitian Hadis Nabi
Penulis : Prof. Dr. M. Syuhudi Ismail
Penerbit : Bulan Bintang, Jakarta
Terbit :  Cet. Ke-2 Februari 2007
Vol.: xii + 174 hlm; 21 cm

Oleh Surya Sukti

A.     Pendahuluan   
Buku ini boleh dikatakan sebagai buku pedoman ringkas untuk mengkaji hadis Nabi khususnya cara mengkaji sanad dan matan hadis. Tampaknya  M Syuhudi Ismail pengarang  buku ini  telah berusaha untuk menghindarkan diri dari “keruwetan” yang menjadi salah satu ciri khusus dalam Ilmu Hadis. Tentunya dengan tujuan agar mereka yang baru “melangkah” ke pengkajian dan penelitian hadis dapat mudah memahami uraian dalam buku ini.
Buku ini juga merupakan satu rangkaian dari beberapa buku yang telah ditulis dan diterbitkan sebelumnya. Karena itu agar pembaca lebih mudah memahami isi buku ini dianjurkan untuk menelaah buku-buku  karya M Syuhudi Ismail yang lain yang  diterbitkan sebelumnya, yakni:

Baca Selanjutnya