Angkat Keterampilan Sosial, Mahasiswa IAIN Palangkaraya Sabet Juara 1 Karya Tulis Kependudukan

PALANGKARAYA – Prestasi membanggakan diraih Wahyu Tirta Kartika. Meski baru duduk di semester 2 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangkaraya, putri asal Muarateweh, Barito Utara, ini mampu menunjukkan kemampuannya di bidang karya tulis ilmiah.

Pada lomba karya tulis kependudukan tingkat Privinsi Kalimantan Tengah 2018, mahasisi  program studi Perbankan Syariah ini mengangkat tema Interelasi Peran Remaja yang Berketerampilan dan Bonus Demografi dalam Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.

Baca: Resmi, IAIN Palangkaraya Menjadi Anggota Konsorsium Universitas Internasional

Hasilnya, Wahyu didaulat sebagai peraih juara pertama dalam lomba yang digelar BKKBN tersebut.

“Kami terus berusaha memberikan ruang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang akademik maupun non akademik baik lokal, nasional maupun internasional. Dan, Wahyu bisa memanfaatkan ruang ini sesuai kapasitas kemampuan yang dimilikinya,” ujar Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu kepada Tribunkalteng.com, Rabu (4/4/2018).

Dalam tulisannya, Wahyu menyebut salah satu indikasi negara berkembang adalah adanya keterikatan pada pembangunan. Pembangunan dipahami sebagai proses perubahan yang mengarah pada suatu keadaan yang lebih baik, sehingga tercapai suatu kondisi keadilan sosial serta kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan di suatu negara.

Pembangunan kependudukan di Indonesia, remaja sebagai entitas sosial memainkan peran penting dalam proses pembangunan. Selama periode 1990-2015, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mengalami peningkatan rata-rata 1,07% per tahun.

Meski demikian Indonesia masih termasuk negara dengan kategori menengah untuk pembangunan manusia (medium human development).

Tantangan Indonesia terbesar saat ini adalah bagaimana peran pemerintah dan para remaja mampu mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah penduduk dewasa di Indonesia sebagai salah satu indikator IPM untuk meningkatkan nilai IPM menjadi 0,700.

Pemerintah pun sudah melakukan program Indonesia Pintar melalui pendistribusian dan pemanfaatan kartu Indonesia pintar. Pada tahap yang akan datang, Indonesia diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2030.

Namun kenyataannya saat ini di usia produktif tingkat pengangguran masih tinggi. Sekitar bulan Agustus 2017 terdapat 7,04 juta pengangguran sudah termasuk para remaja sehingga berpengaruh pula pada keseimbangan ekonomi.

Disinilah urgensitas remaja sebagai perangkat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga negara Indonesia dapat mencapai pada usia yang produktif untuk era bonus demografi.

Dikatakan, penulisan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran remaja bahwa mereka mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menuju era bonus demografi dan remaja dapat menghadapi tantangan yang terjadi di masa yang akan datang dengan adanya keterampilan yang sudah mereka aplikasikan.

Disamping itu dalam penulisan ini, untuk menganalisis proses tersebut penulis menggunakan kajian kepustakaan dari berbagai referensi di antaranya buku, artikel dan searching melalui internet.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kehidupan di masa yang akan datang sangat berpengaruh pada pengembangan keterampilan sosial para remaja.

Sumber: http://kalteng.tribunnews.com/2018/04/04/angkat-keterampilan-sosial-mahasiswa-iain-palangkaraya-sabet-juara-1-karya-tulis-kependudukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website

*